Hujan Bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
Ketika Kau Tak Ada
Rabu, 02 Desember 2009
Ketika kau tak ada
Masih tajam seru jam dinding itu
Jendela tetap seperti matamu
Nafas langit pun dalam dan biru
Hanya aku yang menjelma kata
Mendidih, menafsirkanmu
Kau mungkin jalanan menikung-nikung itu
Yang menjulur dari mimpi
Yang kini mesti kutempuh, sebelum sampai di muaramu
Sungguh tiadakah tempat berteduh di sini
Kalau tak ada di antara jajaran cemara itu
Kepada siapa mesti kucari jejak nafasmu?
Magrib begitu deras, ada yang terhempas
Tapi, ada goresan yang tak akan terkelupas
::Puisi karya Sapardi Djoko Damono::
Sajak Desember
Jumat, 13 November 2009
Kutanggalkan mantel serta topiku yang tua... Ketika daun penanggalan gugur... Lewat tengah malam… Kemudian kuhitung... Hutang-hutangku pada-Mu…Mendadak terasa: betapa miskinnya diriku; ... di luar hujan pun masih kudengar… dari celah-celah jendela… ( Sajak Desember _Sapardi Djoko Damono )
Read more...By SDD
Jumat, 23 Oktober 2009
Hujan,
yg mengenakan mantel,
sepatu panjang dan payung, berdiri di samping tiang listrik....

